Peran Penting Narkoba Dalam perang Bagi Nazi dan Kamikaze

Peran Penting Narkoba Dalam perang Bagi Nazi dan Kamikaze – Apabila anda melihat gambar gambar dari sejarah peperangan dan juga beberapa diantaranya akan juga ditemukan kaitan dengan erat dengan motif peredaran narkoba juga, bahkan ada pertumpahan darah dari kedua belah pihak yang berkonflik saat itu dalam sebuah pertempuran dan juga terkadang memperebutkan klaim atas obat obatan terlarang tersebut. Bahkan menurut sejumlah laporan yang ada barang haram itu digunakan sebagai menjadi sumber pendanaan bagi kelompok teroris.

Namun juga sebagian besar perang itu justru memanfaatkan narkotika dan juga untuk menggapai kemenangan dalam sebuah konflik peperangan dan juga konflik persenjataan, banyak para prajurit perang yang dolaporkan dicekoki narkoba yang memiliki fungsi untuk meningkatkan keberanian mereka dan juga kinerja mereka, menjadi agresif dan juga memberikan keberanian yang tidak wajar dan tidak normal.

Berikut ini akan kami rangkum 4 fakta korelasi tentang narkoba dalam perang, seperti yang dirangkum oleh kami sebagai berikut:

Perang Opium Inggris vs China

Pada 1781, British east indoa company juga kongsi dagang britania raya memulai perdagangan opium ilegal untuk china dan juga mulai dari sana ada banyak sekali cara membuat langkah ilegal dan juga langkah licik melakukan upaya banyak sekali penyelundupan narkoba juga pada barang gelap opium kepada distributor di china melalui jalan tikus yang tidak diketahui oleh otoritas yang ada di Tiongkok tersebut.

Dan hampir 50 tahun kemudian yaitu pada tahun 1838, sejumlah penyelundup EIC menjaga beberapa pedagang China di daratan akibat adanya konflik distribusi, dan mulai dari sana pihak china mengabaikan semua perjanjian dan juga akhirnya menyebabkan peperangan dengan Inggris yang berlangsung 3 tahun lamanya dan juga akhirnya britania raya juga berhasil melakukan banyak aneksasi terhadap pulau hongkong sebagai bagian dari perjanjian Nanking pada 1842

Prajurit Candu Amfetamin

Menurut adanya beberapa laporan juga sejumlah pasukan yang ada pada perang dunia ke-2 itu sering mengonsumsi Amfetami, zat itu sangat berfungsi membantu meningkatkan Fokus, Stamina dan juga bisa menekan rasa lapar selama perang terjadi. Pasukan AS dan Inggris memasok banyak sekali amfetamin ke dalam peralatan ransum prajuritnya, dan sementara itu, Wehrmacht dan Luftwaffe Nazi jerman diberikan pasokan lain yaitu Pervitin crystal yang bisa memancing rasa berani dari prajurit sehingga tidak kenal takut sama sekali akan yang mereka hadapi nantinya.

Afghanistan Ladang Opium

Pada tahun 1980 Afghanistan juga merupakan salah satu produsen narkoba dan juga psikotropika terbesar di dunia dan juga bahkan negara itu menjadi fokus dari beberapa negara besar seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet juga.

Banyak Sekali Opium yang terdapat di Afghanistan karena mereka menyediakan lapangan dan ladang tersendiri jadi ada banyak sekali pemasokan yang bisa didapatkan sehingga bisa dimasukan langsung kedalam setiap perkakas dan perlengkapan sebelum berperang dan ladang mereka pun dilindungi dengan beberapa tentara militer jadi tidak sembarangan dan tidak mudah juga untuk merampas ladang ini dari Afghanistan Karena dilindungi dengan Hak kekuatan Tentara Militer dan Negara itu sendiri.

Isis dan Narkoba

Menurut beberapa laporan yang diterima ada banyak sekali teror itu menggunakan narkotika untuk meningkatkan stamina saat perang atau saat melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya agar lebih terlihat berani dan pastinya juga bisa membuat anda bermain dengan banyak sekali kekuatan lebih di dalam perang oleh karena itu ada banyak lagi yang bisa dilakukan dalam ini dan pastinya anda bisa lebih banyak melakukan sesuatu di dalamnya sehingga zaman isis dan narkoba ini sangat banyak sekali orang orang yang memakai ini saat perang dan juga saat meneror beberapa negara dengan kekuatan ISIS itu sendiri dan juga dengan narkoba yang mereka konsumsi.